Rabu, 25 Juli 2012

SEJARAH INTERNET DUNIA


Sejarah Internet dimulai pada tahun 60-an, yaitu ketika Levi C. Finch dan Robert W. Taylor mulai melakukan penelitian tentang jaringan global dan masalah interoperabilitas. Selanjutnya, beberapa program penelitian mulai dilakukan untuk melihat mekanisme pengaitan jaringan-jaringan yang berbeda secara fisik. Salah satu solusi yang muncul dari penelitian-penelitian tersebut adalah teknik packet switching. Pada teknik packet switching, data atau file berukuran besar yang akan dikirim melalui jaringan komputer terlebih dahulu dipotong menjadi paket kecil-kecil agar lebih mudah ditangani dan lebih Andal. Peneliti utama dalam pengembangan packet switching ini adalah Donald Davies (NPL), Paul Baran (RAND Corporation), Leonard Kleinrock dan kawan-kawan (MIT) dan UCLA Research Programs.

Pada tahun 1969, Robert Taylor yang baru dipromosikan sebagai kepala kantor pemrosesan informasi di DARPA (Badan Riset Angkatan Bersenjata Amerika Serikat) bermaksud mengimplementaskan ide untuk membuat sistem jaringan yang saling terhubung. Bersama Larry Robert dari MIT, Robert Taylor memulai proyek yang kemudian dikenal sebagai ARPANET. Sambungan pertama ARPANET terbentuk antara University of California, Los Angeles (UCLA) dan Stanford Research Institute (SRI) pada jam 22:30 tanggal 29 Oktober 1969. Pada tanggal 5 Desember 1969, ada dua jaringan lagi yang yang bergabung, yakni University of Utah dan University of California, Santa Barbara sehingga total terdapat empat (4) simpul jaringan. ARPANET yang berbasis pada teknologi ALOHAnet berkembang sangat cepat. Pada tahun 1981, jumlah simpul yang tersambung menjadi 213.

Selain jaringan untuk penelitian seperti ARPANET dan X.25, para hobbiis komputer juga mengembangkan teknik jaringan sendiri yang kemudian cukup populer, yaitu UUCP. Masalah terbesar pada teknik ini adalah bagaimana supaya berbagai jenis peralatan jaringan, seperti telepon, radio, kabel LAN yang secara fisik sangat berbeda dapat berkomunikasi satu sama lain. Keberagaman media fisik jaringan mendorong pengembangan tatacara komunikasi (protokol komunikasi) yang mampu melakukan internetworking, sehingga banyak jaringan kecil dapat saling tersambung menjadi satu menjadi jaringan komputer maha besar.

Kumpulan tata cara komunikasi atau protokol Internet memungkinkan jaringan komputer dibangun menggunakan saluran fisik yang berbeda. Dalam bahasa yang sederhana, komputer yang terhubung menggunakan telepon, dapat berkomunikasi dengan komputer yang tersambung ke jaringan LAN maupun jaringan radio. Hal ini mendorong terjadinya inter-network (antar jaringan) secara global yang kemudian hari kita kenal sebagai “Internet”.

Selain protokol Internet, hal lain yang tidak kalah penting dalam perkembangan Internet adalah metode pengalamatan di Internet. Jon Postel dari Information Science Institute (ISI) di University of Southern California (USC) adalah orang yang sangat berjasa di balik berbagai alokasi alamat IP Internet, manajemen Domain Name System (DNS), tipe media, dan berbagai alokasi nomor untuk tata cara komunikasi penting di Internet. Hingga wafatnya pada tanggal 16 Oktober 1998, Jon Postel mengelola Internet Assigned Numbers Authority (IANA). Pada tanggal 21 Juli 1998, Jon Postel memperoleh Silver Medal dari International Telecommunications Union (ITU) atas jasa-jasanya membangun Internet di dunia. Saat ini, IANA dioperasikan oleh Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN).

Komersialisasi dan privatisasi Internet mulai terjadi pada tahun 1980-an di Amerika Serikat dengan di ijinkannya Internet Service Provider (ISP) untuk beroperasi. Internet mulai booming pada tahun 1990-an. dan menjadi kunci pemicu perubahan dalam budaya dan dunia usaha. Internet menawarkan pola komunikasi cepat menggunakan e-mail, diskusi bebas di forum, dan Web.

http://riyn.multiply.com/journal/item/78/SEJARAH_INTERNET_DUNIA

Senin, 16 April 2012

Hasil Photoshop jam ke Empat

Pendekar

Main Bola


Rangkuman Jam Ke-4

SELEKSI

Seleksi adalah pengisolasian area gambar yang diinginkan dengan tujuan pemotongan gambar atau bisa juga untuk menjaga agar bagian gambar yang tidak terseleksi, tidak terkena efek manipulasi gambar (pengubahan warna, pencahayaan dan lain-lain).

RECTANGULAR MARQUEE TOOL

Tool ini digunakan untuk membuat seleksi berbentuk kotak atau persegi panjang. Tool tersebut dapat dibuka dengan memilih Rectangular Marquee tool. Dalam proses seleksi dengan tool Rectangular Marquee tool, untuk mengubah ukuran seleksi ataupun posisinya, klik menu Select > Transform Selection. Dan untuk membalik seleksi, klik menu Select > Inverse atau tekan Shift+Ctrl+l. Untuk menghilangkan seleksi, klik menu Select > Deselect atau tekan Ctrl+D.

ELLIPTICAL MARQUEE TOOL

Tool ini bertujuan untuk membuat seleksi berbentuk lingkaran. Untuk memilih tool tersebut, aktifkan Elliptical Marquee tool pada toolbar. Untuk membentuk seleksi berpola lingkaran, cukup klik dan drag pada gambar. Untuk menyeleksi suatu gambar, dapat dilakukan dengan perintah Select > Transform Selection. Ketika ingin memindahkan gambar yang terseleksi, aktifkan Move Tool. Untuk meng-undo pemotongan gambar, tekan Alt+Ctrl+Z. Untuk mengubah ukuran ataupun memutar gambarnya, klik menu Edit > Free Transform.

POLYGONAL LASSO TOOL

Tool ini digunakan untuk menyeleksi bentuk-bentuk lain yang lebih rumit. Tool ini dinyalakan dengan cara memilih Polygonal Lasso tool pada tool bar.

MAGNETIC LASSO TOOL

Tool ini dapat dikatakan sebagai lasso tool dengan system seleksi otomatis. Perintah ini diaktifkan dengan memilih Magnetic Lasso tool. Untuk menggelapkan gambar patung, gunakanlah Burn Tool. Untuk menyimpan seleksi yang Anda buat untuk digunakan kembali di lain waktu, klik menu Select > Save Selection.

MAGIC WAND TOOL

Tool ini digunakan seleksi pada area gambar yang memiliki warna senada. Untuk mengaktifkan perintah ini, Magic Wand tool diaktifkan pada tool bar. Opsi Add to Selection digunakan apabila ingin membuat seleksi baru agar seleksi sebelumnya tidak akan hilang. Perintah Image Adjustment digunakan untuk koreksi gambar, tanpa mempengaruhi bagian gambar lain yang berada di luar area seleksi.

QUICK SELECTION TOOL

Cara kerja tool ini hampir sama dengan Magic Wand tool, yaitu menyeleksi warna yang senada. Bedanya, Quick Selection tool memakai Brush sebagai alat seleksi agar proses seleksi menjadi lebih interaktif dan mudah. Ketika memakai Quick Selection tool menggunakan opsi add to selection yang berguna agar tiap seleksi yang dibuat, akan selalu ditambahkan dengan seleksi sebelumnya. Opsi subtract from selection berguna untuk mengurangi seleksi. Tombol Refine Edge merupakan kotak dialog yang gunanya untuk mengatur ulang sebuah seleksi.

COLOR RANGE

Cara menggunakan tool ini adalah memilih warna yang diinginkan, kemudian sesuaikan nilai Fuzziness guna menyeleksi sebanyak mungkin warna yang senada. Color Range digunakan untuk menyeleksi subjek dengan detail yang rumit dengan latar belakang sederhana (warnanya senada). Untuk mengaktifkan Color Range, klik menu Select > Color Range. Ketika anda menggunakan Polygonal Lasso tool untuk memperbaiki seleksin akhiri dengan menekan Ctrl + U.

QUICK MASK MODE

Tool ini digunakan ketika Anda menemukan gambar yang sulit diseleksi dan seleksi dengan Polygonal Lasso terlalu rumit. Teknik seleksi tersebut adalah memakai brush untuk menandai area yang ingin diseleksi. Aturan yang perlu diingat: warna putih dipakai untuk menandai area yang diseleksi, warna hitam sebaliknya. Warna abu-abu membuat seleksi jadi transparan. Untuk beralih ke mode tampilan Quick Mask, klik tombol Edit in Quick Mask mode atau menekan Q. Ketika Anda meng-klik tombol Default Color, lalu klik tombol Reverse agar foreground color berwarna putih dan background color berwarna hitam, lalu menekan Ctrl+Del, maka seluruh permukaan gambar akan ditutupi warna hitam (karna dalam mode Quick Mask, warna hitam berubah menjadi merah transparan). Apabila nilai Hardness dinaikkan, pinggiran brush tool menjadi sedikit lebih solid. Klik tombol Edit in normal mode untuk melihat hasil seleksi. Klik tombol Edit in Quick Mask mode untuk memperbaiki seleksi.